AvoneticsGaji Buta › story

Ditolak Sebelum Wawancara Kerja, Pemilik Perusahaan Properti Ini Malah Ngamuk dan Balas Dendam!

Sebuah insiden pembatalan wawancara kerja membongkar kebiasaan emosional bos baru yang tidak terima perusahaannya dinilai berbudaya buruk di internet.
Indonesian

Ditolak Sebelum Wawancara Kerja, Pemilik Perusahaan Properti Ini Malah Ngamuk dan Balas Dendam! · Avonetics

🎧 Listen to this episode
Closes with the original song “Pulang Aja Kalau Berani”. · Plays on Spotify · Open on Spotify ↗
Sponsored
Volicci custom graphic tees, hoodies & die-cut stickers, a fresh original design every day. Learn more →

Dunia rekrutmen kerja kembali dihebohkan oleh kisah nyata seorang calon pekerja yang berhasil meloloskan diri dari calon pimpinan bermasalah. Berawal dari lamaran kerja untuk posisi Senior Property Manager, pelamar ini memutuskan untuk memeriksa reputasi perusahaan sebelum menghadiri sesi wawancara yang telah dijadwalkan.

Hasil penelusuran independen yang dilakukan pelamar menunjukkan fakta mengejutkan. Berbagai ulasan dari mantan karyawan membeberkan buruknya budaya kerja di perusahaan properti tersebut. Tidak hanya itu, manajemen perusahaan juga terlihat rutin memberikan balasan emosional dan defensif terhadap setiap kritik yang dilayangkan publik di media sosial dan situs ulasan kerja.

Read nextBikin Geleng-Geleng! Pelayan Restoran Ini Punya Cara Cerdik Balas Dendam ke Pelanggan Toxic, Manajer Sampai Tak Bisa Berkata Apa-Apa!

Menyadari adanya tanda bahaya yang sangat nyata, sang pelamar berinisiatif mengirimkan pesan pembatalan wawancara secara sopan. Dalam pesannya, ia menyampaikan bahwa budaya kerja perusahaan tampaknya tidak sejalan dengan nilai-nilai profesional yang ia cari. Pembatalan ini dilakukan jauh-jauh hari sebagai bentuk etika komunikasi.

Namun, alih-alih merespons secara profesional, pemilik baru perusahaan tersebut justru meledak secara emosional. Sang pemilik mengirimkan balasan bernada menyerang dengan gaya emosi childish. Ia melontarkan kalimat defensif dan menegaskan bahwa ia baru saja membeli perusahaan tersebut beberapa bulan lalu, seolah tidak terima jika tempat usahanya dinilai buruk oleh seorang pelamar.

Reaksi balasan dari sang pemilik perusahaan justru memicu beragam tanggapan dari netizen dan praktisi SDM. Sebagian besar publik mendukung tindakan tegas pelamar. Salah satu komentator menyatakan bahwa wawancara kerja adalah proses evaluasi dua arah, di mana kandidat memiliki hak penuh untuk menilai kelayakan calon pimpinan.

Your brand, right here.Reach story-obsessed listeners in 45+ languages → advertise on Avonetics

Di sisi lain, ada pula pandangan yang menilai pelamar terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa mengonfirmasi langsung saat wawancara. Seorang komentator lain berargumen bahwa pemilik baru mungkin sedang berjuang membenahi warisan masalah dari pemilik lama, sehingga tanggapan pembatalan yang membawa nama 'budaya perusahaan' dirasa menyenggol harga dirinya.

Meskipun demikian, balasan emosional sang pemilik membuktikan bahwa karakter kepemimpinan yang reaktif memang benar-benar ada di perusahaan tersebut. Langkah pelamar membatalkan wawancara dianggap sebagai tindakan tepat demi menyelamatkan kesehatan mentalnya dari lingkungan kerja yang toxic.

Para pembawa acara di podcast Gaji Buta mengupas habis dinamika gengsi bos dan etika lamar kerja ini dengan perdebatan sengit namun kocak yang sayang untuk dilewatkan.

0:00
0:00
Link copied ✓