AvoneticsGaji Buta › story

Dilarang Bicara Jam 2 Siang! Bos Ini Buat Aturan 'Jam Hening' Tapi Malah Bikin Rapat Sejam Buat Pidato

Sebuah kebijakan kantor yang absurd memicu kemarahan karyawan setelah sang manajer melarang obrolan tetapi sibuk presentasi di jam yang sama.
Indonesian

Dilarang Bicara Jam 2 Siang! Bos Ini Buat Aturan 'Jam Hening' Tapi Malah Bikin Rapat Sejam Buat Pidato · Avonetics

🎧 Listen to this episode
Plays on Spotify · Open on Spotify ↗
Sponsored
Volicci custom graphic tees, hoodies & die-cut stickers, a fresh original design every day. Learn more →

Dunia kerja kembali dihebohkan oleh kisah absurd mengenai kebijakan manajemen yang membingungkan. Sebuah kantor memberlakukan aturan 'jam hening' mulai pukul 14.00 hingga 15.00 WIB setiap hari. Dalam durasi satu jam tersebut, seluruh karyawan dilarang keras berbicara, bertanya kepada rekan kerja, atau sekadar melakukan obrolan ringan demi meningkatkan produktivitas.

Namun, ironi besar terjadi ketika sang manajer justru menjadwalkan rapat wajib tepat pada jam hening tersebut selama tiga hari berturut-turut. Puncaknya, pada hari Jumat, manajer tersebut menghabiskan waktu hampir satu jam penuh hanya untuk menjelaskan mengapa para staf harus menghormati aturan jam hening tersebut.

Read nextDitinggal Promosi, Disuruh Latih Junior: Dilema Karyawan Ini Bikin Geram!

Ketika seorang karyawan memberanikan diri untuk bertanya apakah rapat tersebut tidak melanggar aturan keheningan, sang manajer bergeming. Ia mengklaim bahwa rapat adalah bentuk komunikasi produktif, sementara diskusi dua orang karyawan mengenai tugas pekerjaan dianggap sebagai gangguan.

Kebijakan ini memicu reaksi keras dari banyak pihak. Salah satu pengamat perilaku kerja menyebut fenomena ini sebagai 'Kebijakan Popok'. Istilah ini merujuk pada situasi di mana manajemen menerapkan aturan ketat untuk semua orang hanya karena ada satu atau dua individu yang bermasalah, alih-alih menegur oknum tersebut secara langsung.

Banyak orang menyarankan agar para karyawan menerapkan aksi kepatuhan jahat. Salah satu tanggapan menyebutkan bahwa karyawan seharusnya menolak berbicara sama sekali selama rapat berlangsung, termasuk saat diminta memberikan tanggapan oleh sang bos.

Your brand, right here.Reach story-obsessed listeners in 45+ languages → advertise on Avonetics

Ada pula yang menyindir bahwa jika rapat di jam hening tetap dipaksakan, sang manajer seharusnya menyampaikan presentasinya menggunakan bahasa tubuh atau permainan pantomim agar keheningan kantor tetap terjaga.

Fenomena ini menunjukkan betapa seringnya aturan kantor yang dibuat untuk meningkatkan efisiensi justru menjadi beban baru bagi para pekerja akibat eksekusi manajemen yang kontradiktif.

Para pembawa acara di podcast Gaji Buta mengupas tuntas drama kantor yang bikin elus dada ini dalam episode terbaru mereka.

0:00
0:00
Link copied ✓