AvoneticsKarcis Sobek › story

Saat Film Horor Jadi Komedi Terkocak Tahun Ini: Momen Palu Bodem vs Dinosaurus Gempar di Bioskop!

Sebuah film monster yang berniat menakuti penonton malah memicu gelombang tawa massal di studio, memicu perdebatan sengit tentang batas antara kegagalan sinema dan satir murni.
Indonesian

Saat Film Horor Jadi Komedi Terkocak Tahun Ini: Momen Palu Bodem vs Dinosaurus Gempar di Bioskop! · Avonetics

🎧 Listen to this episode
Closes with the original song “Piring untuk Satu”. · Plays on Spotify · Open on Spotify ↗
SponsoredAs an Amazon Associate, Avonetics earns from qualifying purchases. Shiseido Clear Sunscreen Stick Shiseido Ultimate Sun Protector Clear Stick SPF 60+ - Invisible, Portable Sunscreen for Face & Body - Visibly Improves Fine Lines, Smoothness & Skin Tone - Non-Comedogenic, All Ski… See it →

Suasana di dalam studio bioskop malam itu seharusnya mencekam. Lampu redup, suara dentuman bas menggelegar, dan monster purba siap menerkam korbannya di layar lebar. Namun alih-alih teriakan histeris, yang membumbung tinggi hingga ke langit-langit studio justru suara tawa terbahak-bahak dari para penonton.

Kejadian absurd ini dialami oleh seorang penikmat film yang memboyong keluarganya untuk menyaksikan film monster sci-fi terbaru. Bukannya mendapatkan teror mencekam, ia bersama seluruh penonton di studio justru disuguhi adegan-adegan konyol yang tidak masuk akal. Salah satu puncak kehebohan terjadi ketika sesosok dinosaurus—yang dikonfirmasi sebagai Allosaurus—harus berhadapan dengan karakter utama yang hanya berbekal sebuah palu bodem.

Read nextBencana Sci-Fi atau Mahakarya Komedi? Debat Panas Momen Absurd Dinosaurus di Bioskop!

Satu penonton mengungkapkan bahwa pengalaman menonton tersebut menjadi momen tertawa paling keras dalam hidupnya. Menurutnya, semakin seseorang memikirkan alur cerita dan celah logika yang ada, situasi di dalam film justru terasa semakin absurd dan makin gelap secara komikal.

Reaksi publik pun terbelah dua. Salah seorang pengamat sinema berpendapat bahwa film tersebut memang sejak awal dirancang sebagai komedi slasher ringan, mirip dengan formula sukses film monster klasik seperti Tremors atau Gremlins. Ia juga memuji tata kamera film yang dinilai tetap anggun di tengah kekonyolan cerita.

SponsoredAs an Amazon Associate, Avonetics earns from qualifying purchases. Skinfix Triple Lipid-Peptide Cream BARRIER+ TRIPLE-LIPID PEPTIDE CREAM - This moisturizer—powered by clinically proven ingredients like ceramides and peptides—amplifies your skin’s ability to retain moisture instant… See it →

Namun, tidak semua orang setuju. Penonton lain menyuarakan kekecewaannya dan mengaku tidak merasakan emosi apa pun sepanjang film berjalan. Menurut sudut pandang ini, film tersebut murni merupakan kegagalan penulisan naskah yang begitu parah hingga tingkat keburukannya melampaui batas wajar.

Diskusi mengenai film yang disalahpahami ini juga membuka kembali kenangan atas film klasik Arnold Schwarzenegger tahun 1993, Last Action Hero. Film yang dulunya dianggap sebagai sinema aksi murahan kini mulai diakui sebagai mahakarya satir yang melampaui zamannya dalam merayakan budaya pop dan dunia perfilman.

Apakah film monster bernaskah hancur ini layak disebut komedi jenius secara tidak sengaja, atau sekadar sampah sinematik? Para host kami menguliti setiap detail absurditas ini di podcast Karcis Sobek!

SponsoredAs an Amazon Associate, Avonetics earns from qualifying purchases. LAPCOS Derma Hyaluronic Acid Mask INTENSE DAILY HYDRATION FOR DRY, DEHYDRATED SKIN. Refresh and replenish skin with these essence-rich Korean sheet masks. The lightweight sheet comfortably hugs the contours of the… See it →
Sponsored
Vo Atlas Quick one from Vo Atlas. If you have ever picked a bank because it was the one your parents used, or kept a card because cancelling felt like admitting something — that is most people. Vo Atlas lays the options out side by side so choosing takes ten minutes instead of ten months of meaning to. voatlas.com. voatlas.com →
0:00
0:00
Link copied ✓