Dua Rumah, Satu Kengerian: Ketika Suara Bayi dan Bayangan di Hutan Jadi Bukti yang Tak Bisa Diabaikan

Dua Rumah, Satu Kengerian: Ketika Suara Bayi dan Bayangan di Hutan Jadi Bukti yang Tak Bisa Diabaikan · Avonetics
The Five-Star Weekend
The Five-Star Weekend eBook : Hilderbrand, Elin: Kindle Store
See it →
Di sebuah rumah terpencil, suara langkah kaki terdengar di lahan kosong di belakangnya. Bukan suara angin. Bukan suara hewan. Itu langkah yang teratur, mengikuti setiap gerakan pemilik rumah. Ketika dia berhenti, langkah itu berhenti. Ketika dia mundur, langkah itu mundur. Tidak ada yang terlihat. Hanya suara itu, dan rasa dingin yang tidak berasal dari angin. Setiap malam, sebelum tidur, terdengar ketukan pelan di dinding belakang. Tiga ketukan. Jeda. Tiga ketukan lagi. Tidak pernah dibalas. Tidak pernah berani.
Di tempat lain, di rumah dengan ladang kecil di kedua sisinya, suara bayi menangis terdengar di hutan kecil di belakang rumah. Bukan suara hewan. Tidak ada hewan di daerah itu yang terdengar seperti itu. Langkah kaki mengikutinya, meskipun dia memutar musik keras yang seharusnya mengusir semua makhluk hidup. Teman-temannya yang skeptis pun mengonfirmasi cerita itu. Satu malam, siluet seseorang terlihat di antara pohon-pohon. Beberapa jam kemudian, ketukan terdengar di jendela kamar. Tidak ada pohon atau benda di dekat jendela itu yang bisa menjelaskan ketukan tersebut. Video dari dalam gubuk menunjukkan sesuatu yang bergerak di kejauhan, tetapi tidak bisa dibagikan. Bahkan di siang hari, hutan itu memberi perasaan tidak enak. Tidak sepenuhnya percaya. Tidak sepenuhnya menolak.
Read nextKetika Internet Menjadi Ruang Pengakuan: Kisah Kelam dan Pelajaran Hidup dari Komunitas Rahasia Online
Dua cerita. Dua rumah. Satu kengerian yang sama: suara yang tidak bisa dijelaskan, bayangan yang muncul di tempat yang seharusnya kosong. Dan yang paling menakutkan bukan suaranya, melainkan kenyataan bahwa tidak ada yang bisa menjelaskan mengapa suara itu terus terdengar, malam demi malam, tanpa pernah berhenti. Podcast ini menggali lebih dalam ke dalam dua kisah ini, dengan suara yang pelan, sunyi, dan dekat. Seperti seharusnya. Seperti di malam hari. Seperti ketika Anda sendirian di rumah, dan mendengar ketukan di dinding belakang. Tiga ketukan. Jeda. Tiga ketukan lagi.