Diselingkuhi Semenjak Satu Tahun, Wanita Ini Balas Dendam Pakai USG Ginjal Hingga Mantannya Masuk Terapi

Kisah pembalasan dendam paling nekat: memalsukan kehamilan, menguras uang aborsi fiktif, dan membongkar trauma masa kecil sang mantan.
Indonesian

Diselingkuhi Semenjak Satu Tahun, Wanita Ini Balas Dendam Pakai USG Ginjal Hingga Mantannya Masuk Terapi · Avonetics

🎧 Listen to this episode
Plays on Spotify · Open on Spotify ↗
Sponsored
Volicci custom graphic tees, hoodies & die-cut stickers, a fresh original design every day. Learn more →

Rasa sakit akibat pengkhianatan sering kali mendorong seseorang melakukan hal-hal di luar nalar. Kisah seorang wanita yang membongkar perselingkuhan kekasihnya setelah dua tahun berpacaran kini menjadi sorotan tajam karena tingkat pembalasan dendamnya yang terbilang sangat ekstrem dan terencana.

Semua bermula ketika sang wanita menemukan kejanggalan pada sebuah unggahan di media sosial. Sebuah foto makan malam memperlihatkan sudut meja yang sangat familier—meja makan milik kekasihnya sendiri. Saat dikonfirmasi, wanita dalam foto tersebut bukannya merasa bersalah, melainkan mengancam dan menuduh balik sang kekasih utama sebagai perusak hubungan. Pria yang dicintainya pun justru berdiri membela selingkuhannya tersebut.

Read nextDilarang Bicara Jam 2 Siang! Bos Ini Buat Aturan 'Jam Hening' Tapi Malah Bikin Rapat Sejam Buat Pidato

Mendapati dirinya dikhianati selama satu tahun penuh dan direndahkan, wanita ini menyusun rencana pembalasan mandiri. Ia merekayasa alat tes kehamilan dan menggunakan foto hasil pemeriksaan USG ginjal miliknya sendiri untuk mengaku hamil. Dengan berpura-pura hancur secara mental, ia meminta uang dalam jumlah besar dengan alasan untuk melakukan prosedur aborsi.

Tak berhenti di situ, selama proses penipuan tersebut berlangsung, sang wanita sengaja memanfaatkan setiap makian mantan kekasihnya untuk menyerang titik terlemah pria itu. Ia membongkar trauma masa kecil sang mantan, membandingkan perilakunya dengan ayahnya yang pelaku KDRT, serta mengungkit penelantaran orang tua yang pernah dialami pria tersebut.

Rencana itu membuahkan hasil dramatis. Hubungan sang mantan dengan selingkuhannya hancur seketika karena kepanikan. Pria tersebut akhirnya menyerahkan uang aborsi fiktif tersebut sambil berlutut dan menangis memohon agar bayinya dipertahankan. Kini, pria tersebut dilaporkan sedang menjalani terapi psikologis dan memilih untuk mengisolasi diri dari wanita.

Your brand, right here.Reach story-obsessed listeners in 45+ languages → advertise on Avonetics

Tindakan nekat ini memicu reaksi publik yang terbelah. Satu pihak menilai pembalasan ini sebagai bentuk keadilan puitis yang sangat sepadan. Salah satu penonton menyatakan bahwa pria tersebut memainkan permainan yang berbahaya sehingga pantas menerima konsekuensi emosional yang setimpal, terlebih lagi jika dampaknya membuat pria itu akhirnya mau berobat ke psikolog.

Namun, pihak lain merasa ngeri dengan tingkat manipulasi yang dilakukan. Seorang pengamat menyebutkan bahwa memalsukan kehamilan untuk meminta uang serta menyerang trauma KDRT masa kecil adalah bentuk teror psikologis yang sangat berbahaya dan tidak bisa dibenarkan atas alasan apa pun.

Apakah pembalasan emosional ini sebuah keadilan atau kejahatan baru? Para pembawa acara di podcast Ruang Pengakuan mengupas tuntas dinamika moral dan psikologis di balik kisah ini secara mendalam.

0:00
0:00
Link copied ✓