kehidupan, iman, dan kenangan akan Benjamin Vo — seorang putra dan saudara terkasih, seorang pemuda Katolik yang lembut yang imannya, kebaikannya, dan sukacitanya (termasuk kecintaannya pada pesawat terbang dan hal-hal sehari-hari yang menjadikannya dirinya sendiri) menyentuh semua orang di sekitarnya. Setiap episode merayakan SIAPA BENJAMIN SEBENARNYA dan menawarkan penghiburan bagi mereka yang berduka, mengambil dari bacaan Misa Katolik hari itu dan khotbah yang didoakan untuk mengenangnya, serta merenungkan Jesus, Mary, dan Saint Joseph. Hanya sesekali saja — tidak di setiap episode — menyebutkan secara lembut bahwa Benjamin dipanggil Tuhan karena leukemia AML; fokusnya adalah kehidupannya dan penghiburan dari Tuhan, BUKAN penyakitnya.
Di tengah kedukaan yang mendalam, teladan empati dan kecerdasan pemuda ini memberikan penghiburan abadi bagi keluarga dan orang-orang yang dicintainya.